Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label -nasehat-. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label -nasehat-. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Mei 2013


Akankah Takut Akan Rezeki dan Ajal Membelenggu 

 

 

 

 

azzamSyeikh Abdullah Azzam
Apabila ada yang mengatakan, “Ada intel polisi yang mondar mandir di depan rumahmu – Wallahu alam – bila ia orang yang kurang iman , barangkali ia sudah mengalami stroke dan lumpuh separuh jalan… habis sudah, atau seminggu penuh terbolak balik di atas ranjang, tidak tenang dalam tidurnya karena cemas, meski karena itu ia kehilangan sholat subuh.
Padahal ribuan hari telah berlalu dan  ia tidak pernah merasa takut kepada Allah seperti rasa takutnya bila ia  diberitahu ada seorang petugas polisi yang berdiri di depan pintu rumahnya.” Kenapa ia takut pada intel atau petugas polisi? Takut terhadap rezeki atau takut terhadap mati, apa ada ketakutan yang lain? Tidak ada ! kalau ia tidak takut terhadap mati maka tentu ia takut tentang rezekinya.
Belenggu ini menjadi momok yang menakutkan dalam diri manusia, yang  membuat tidak nyenyak tidur mereka dan membuat mereka senantiasa cemas.
Ketahuilah ,  Jika kamu tidak takut terhadap rezekimu atau ajalmu, maka kamu tidak akan  merasa cemas dan khawatir kalau ada orang yang mengatakan padamu sekarang : “Polisi akan menangkapmu !”
Jadi di sana ada ikatan ikatan yang membelenggumu pada dunia, dan ikatan ikatan itulah yang sebenarnya membuatmu merasa takut dan cemas.
Tahukah apa obat atas penyakit itu? Adalah mukmin yang berjihad! . Ya, Jihad akan  membebaskan penyakit tersebut dari diri kita, rasa takut terhadap polisi, rasa takut terhadap mati, rasa cemas terhadap rezeki.
Kenapa?  Karena sesuatu yang paling berharga dan paling mahal pada diri manusia adalah nyawanya. Seorang mujahid telah meletakkan nyawanya di atas telapak tangan dan menawarkannya siang dan malam kepada Rabbul Alamiin, agar Allah memilihnya, dan ia menjadi sedih kalau Allah tidak memilihnya. Lalu bila sudah demikian, terhadap apa lagi ia takut setelah itu?
Maka tanamkan keinginan jihad fi sabilillah di hatimu, kelak ketakutan apapun menjadi kecil di matamu, dan hanya Allah lah satu satunya yang kalian takuti .

Sabtu, 28 April 2012

-bersyukurlah pada allah....

Bersyukurlah bahwa kita tidak memiliki semua yg kita inginkan....Bila ya,tak akan ada lagi tak ada lagi yg menggetarkan hati kita??

Bersyukurlah tatkala kita tak mengetahui sesuatu,
karena itu peluang kita untuk belajar..

Bersyukurlah disaat kesulitan hidup menghimpit,karena itulah saat nya kita bangkit

bersukurlah dg keterbatasan kita,karna dg keterbatasanlah kita akan terus berbenah diri

bersyukurlah pd kesalahan2 kita,karena setiap kesalahan meninggalkan pelajaran untuk dicermati

bersukurlah disaat kita lelah dan tak berdaya,karna disaat itulah kita menyadari siapa diri kita

berusahalah bersyukur atas kesulitan yg kita hadapi dan kesulitan itu akan menjadi berkah buat kita..

-NASEHAT PERNIKAHAN-

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tp
carilah ibu bg anak-anak
kita Janganlah mencari
suami, tp carilah ayah bg
anak-anak kita. 2. KETIKA MELAMAR Anda
bukan sedang meminta
kepada orang tua/wali si
gadis, tetapi meminta
kepada Allah melalui orang
tua/wali si gadis. 3. KETIKA AKAD NIKAH Anda
berdua bukan menikah di
hadapan penghulu, tetapi
menikah di hadapan Allah 4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua
tamu yang datang untuk
mendoa’ kan anda, karena anda harus berfikir untuk
mengundang mereka semua
dan meminta maaf apabila
anda berfikir untuk
BERCERAI karena menyia-
nyiakan do’ a mereka. 5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah.
Anda adalah sepasang anak
manusia dan bukan
sepasang malaikat. 6. SELAMA MENEMPUH HIDUP
BERKELUARGA Sadarilah
bahwa jalan yang akan
dilalui tidak melalui jalan
bertabur bunga, tp jg
semak belukar yg penuh onak dan duri. 7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA
OLENG Jangan saling
berlepas tangan, tapi
sebaliknya justru semakin
erat berpegang tangan 8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami
anda 100% 9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda
kepada (suami) isteri dan
anak anda, tetapi cintailah
isteri atau suami anda
100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%. 10. KETIKA EKONOMI KELUARGA
BELUM MEMBAIK. Yakinlah
bahwa pintu rizki akan
terbuka lebar berbanding
lurus dengan tingkat
ketaatan suami dan isteri 11. KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa
pasangan hidup yang setia
mendampingi kita semasa
menderita 12. KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir
bahwa orang a akan jasa
pasangan hidup yang setia
mendampingi kita semasa
menderita 13. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja
kepada isteri tetapi jangan
lupa untuk bangkit secara
bertanggung jawab apabila
isteri membutuhkan pertolongan Anda. 14. KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan
gemulai dan lemah lembut,
tetapi selalu berhasil
menyelesaikan semua
pekerjaan. tua yang baik adalah orang tua yang
tidak pernah marah
kepada anak, karena
orang tua yang baik adalah
orang tua yang jujur
kepada anak .. 15. KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada
seorang anakpun yang
tidak mau bekerjasama
dengan orangtua, yang
ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh
orang tuanya. 16. KETIKA ADA PIL. Jangan
diminum, cukuplah suami
sebagai obat. 17. KETIKA ADA WIL Jangan
dituruti, cukuplah isteri
sebagai pelabuhan hati. 18. KETIKA MEMILIH POTRET
KELUARGA Pilihlah potret
keluarga sekolah yang
berada dalam proses
pertumbuhan menuju
potret keluarga bahagia. 19. KETIKA INGIN LANGGENG DAN
HARMONIS Gunakanlah
formula 7 K 1 Ketaqwaan 2
Kasih sayang 3 Kesetiaan 4
Komunikasi dialogis 5
Keterbukaan 6 Kejujuran 7 Kesabaran Semoga…… … — Semoga diriku & dirimu
termasuk hamba yang
disayang oleh-Nya.."

-SETETES KENIKMATAN DUNIA-

Runa ( bukan nama sebenarnya ) adalah seorang artis remaja cewek yang sedang naik daun di Negeri Endolence, dia memiliki suara yang bagus dan menjadi seorang penyanyi yang cukup tenar dan banyak penggemar. Wajah remajanya yang cantik jelita, rambutnya yang panjang, kulitnya yang putih, senyumnya yang menawan serta matanya yang sayu dan sedikit oriental memang benar-benar idaman para cowok. Foto Runa ( Ilustrasi ) Setiap cowok yang melihat penampilannya di televisi pasti mereka akan deg-degan dadanya, cenat-cenut hatinya dan ndower bibirnya, karena pesona kecantikan Runa, telah menghalusinasi setiap angan lelaki yang melihatnya, bahkan beberapa Banci Taman Lawang pun langsung menjadi
normal ketika melihat si Runa menyanyi di televisi dengan pakaian seksi, minim dan kelihatan belum jadi. Itulah sebabnya, gadis keturunan Endolence Jepang ini yang bernama asli Runa Kurasatakada ini dijuluki Runa
Ilusi, karena membuat setiap cowok terilusi seakan memasuki alam maya. Video klip lagu-lagu Runa Ilusi pun menghiasi dunia maya, banyak penggemarnya yang mengupload videonya ke situs-situs penyedia layanan video singkat. Lagu-lagunya selalu menjadi top hits di Negeri Endolence. SISI NEGATIF RUNA ILUSI Yah seperti kebanyakan artis, keseharian Runa tidak jauh- jauh dari pakaian minim yang mengumbar aurat, selain itu gaya hidup hedonisme ( hura- hura ) menjadi santapan keseharian Runa Ilusi. Selain itu gaya hidup seks bebas juga tak lepas dari keseharian Runa, sudah menjadi rahasia umum, kalau puluhan artis cowok dari mulai pemain film, sinetron sampai vokalis band sudah pernah berzina dengannya, Naudzubillah. Yah walaupun Runa masih terbilang anak remaja namun gaya hidup seperti itu sudah menjadi keseharian bahkan sejak dia SMP. Baginya, ini adalah jaman modern, jaman yang sudah bukan jamannya lagi bagi hal- hal tabu seperti seks bebas, minum minuman keras, diskotik dan hura-hura.
Tidak hanya itu bahkan setiap syair pada lagu-lagu yang dinyanyikan Runa pun mengandung kampanye tentang pacaran dan seks bebas, tentang gaya hidup barat dan segala hal tentang hedonisme. Bagi Runa mumpung masih muda, kenapa hidup tidak dinikmati sebebas-bebasnya. Runa Pun Semakin Menjadi-jadi Tidak cukup sampai di situ, bahkan sebuah rumah produksi dari luar negeri berniat untuk mengontrak Runa Ilusi, agar dia membintangi sebuah film panas yang berjudul The Animal’s Sex City. Film ini menceritakan tentang kota utopia (impian) para aktivis seks bebas yang bernama Animal’s Sex City, yaitu kota yang penduduknya bebas berzina dengan siapa saja, kapan saja dan dimana saja, serta mengkampanyekan bahwa seks bebas harus dijamin oleh negara, karena itu bagian dari Hak Asasi Manusia. Dalam adegan di film tersebut Runa diharuskan memakai pakaian yang minim-minim bahkan tak jarang dia memakai baju renang bikini layaknya bule- bule di pantai Kuta, dan juga tanpa pakaian selembar benang pun. Wahh pokoknya benar-benar film panas. Ilustrasi, Adegan dalam film tersebut Tentu saja rencana Runa untuk membintangi Film panas garapan sutradara Jepang yang bernama Sakurata Dikashimura ini, diprotes oleh banyak pihak dari rakyat negeri Endolence yang sudah muak dengan slogan-slogan barat tentang HAM, seks bebas dan sebagainya. Salah satu diantaranya adalah datang dari Ormas Islam yang benama Front Pembela Muslim ( FPM ) yang diketuai oleh Habieb Rizky Syahab. Dia memprotes dan mengutuk hal tersebut dan menyuruh pemerintah Negeri Endolence untuk mencekal Runa Ilusi untuk tidak keluar negeri, agar tidak bisa membintangi film tersebut. Ormas lain seperti Partai Pembebasan Islam juga memprotes dan menyerukan untuk segera menegakkan Syariat Islam dan sistem Khilafah untuk solusi segala masalah yang menimpa Negeri Endolence. Karena jelas film-film itu semakin merusak moral dan akhlak generasi muda Negeri Endolence, yang juga sebenarnya juga sudah rusak karena serbuan ideologi kafir barat yang mengkampanyekan gaya hidup bebas, sekulerisme dan sebagainya. Namun Runa tidak bergeming,
bahkan dengan sombongnya dia melakukan konferensi Pers dihadapan para wartawan media massa. Dengan semangat Radikalisme Sekuler Militan , dia berorasi dengan berapi-api di depan puluhan wartawan media cetak dan elektornik. “Saudara-saudara kaum muda Negeri Endolence, saatnya kita mendobrak segala aturan kuno, katro, primitif dan kampungan, yaitu aturan- aturan agama terutama Islam dan aturan tentang kesusilaan yang sudah tidak sesuai dengan jaman intenet, dan teknologi seperti ini. Sesungguhnya aturan-aturan itu adalah aturan jaman unta, apakah kalian masih mau naik unta sedangkan sekarang sudah jaman pesawat luar angkasa. Saudara-saudara kaum muda Negeri Endolence, modernisasi adalah mutlak adanya, dan seks bebas adalah suatu hal yang juga mutlak adanya dijaman modern dan gaya hidup modern, karena seks bebas adalah bagian dari HAM ( hak asasi manusia ). Hak asasi manusia adalah hak dasar yang tidak bisa diganggu gugat lagi terutama aturan-aturan kuno seperti aturan agama dan adat istiadat, BAHKAN TUHAN PUN TIDAK BERHAK UNTUK MENCAMPURI DAN SOK NGATUR SERTA MEMBATASI HAK ASASI MANUSIA INI, satu-satunya hal yang bisa membatasi HAM adalah HAM itu sendiri”. Yah itulah pidato berapi-api dari Runa dan menegaskan bahwa Islam yang ditulis di KTP Runa hanyalah sebatas tulisan tinta hitam dan agama Runa yang sebenarnya adalah Sekulerisme, yang dibelanya mati-matian, dan akhirnya Runa pun membintangi film The Animal’s Sex City tersebut. Akhirnya Film itu pun jadi dan menjadi Box Office dan ditonton oleh jutaan pemirsa yang hatinya sudah dikuasai setan dan juga memimpikan sebuah kota seperti The Animal’s Sex City. SETETES KENIKMATAN DUNIA, MARI KITA PIKIRKAN DAN MARI KITA RENUNGKAN Setelah kalian dan anda-anda semua membaca kisah tentang Runa Ilusi artis negeri Endolence di atas, mungkin ada yang hatinya marah melihat realita di Negeri Endolence ternyata tidak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia ini. Mungkin ada diantara kalian dan anda-anda semua yang membaca kisah Runa di atas ada yang mengutuk perbuatan Runa, atau bahkan ada yang mendukung apa yang diperjuangkan Runa di atas tentang Sekulerisme dan Seks Bebas. Ok di sini penulis tidak akan membedakan siapa-siapa baik yang mengutuk maupun yang mendukung hal tersebut. Namun penulis hanya ingin kita semua untuk berpikir dan
merenung dengan lubuk hati yang paling dalam, tentang dunia dan kenikmatan dunia. Seks Bebas Pernah lihat ayam jantan mengejar ayam betina, lalu langsung menzinainya ??, atau
lihat kambing jantan dan betina sedang berzina??, coba kalian tonton atau bahkan rekam adegan itu pakai kamera, kira-kira ayamnya atau kambingnya marah gak???. Saya yakin mereka semua cuek, dan tidak peduli dengan kita. Yah seperti itulah gambaran seks bebas, kaya hewan, gak punya otak, dan gak punya malu, yah maklum kan hewan. Kita masih ingat video mesumnya Ariel dan Luna Maya serta Cut Tari, mereka juga tak punya malu kan. Coba kalian teriak di depan mukanya Luna Maya, “Hai Luna Maya Kamu itu binatang ”, saya yakin kalian akan dituntut secara hukum, karena menghina seseorang. Walaupun perbuatann Luna Maya, atau Ariel atau lainnya adalah perbuatan Binatang, namun anehnya mereka gak mau dibilang binatang, lha kan
lucu, gak gentle gitu kan. Yah mereka hanya merasa dirinya manusia, tetapi tidak sadar kalau sebenarnya mereka tidak berbeda dengan hewan, karena hanya nafsu saja yang digunakan dalam setiap perbuatannya. Padahal jelas manusia punya akal, dan akal ini yang membedakan dengan hewan. Sehingga manusia pun punya aturan sendiri dalam berhubungan badan yaitu harus menikah terlebih dahulu, dan membangun sebuah rumah tangga. Karena kita manusia bukan binatang. Kenikmatan Dunia Berapa tahun sih kalian mau hidup di dunia ini???, seribu tahun ???, yah mungkin itu Cuma mimpi, hidup ratusan bahkan ribuan tahun itu hanya ada pada manusia jaman dahulu, jaman Nabi Nuh, Nabi Sholeh, Nabi Adam, Nabi Ibrahim dan sebagainya. Sedangkan kita paling banter berumur 70-90 tahun kalau beruntung yah sampai 100 tahunan. mari kita renungkan Hidup di dunia itu sangat singkat, kenapa, karena kita di padang Mahsyar saja menunggu sampai 50.000 tahun lamanya, yaitu menunggu apakah kita akan masuk Surga atau Neraka. Jadi
kalau Cuma hidup 100 tahun, yah itu sebentar. Rasulullah Saw bersabda tentang kenikmatan dunia yaitu :
“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat”. (HR Muslim). Yah semua kenikmatan dunia baik yang halal maupun yang Haram, dan terutama yang Haram hanyalah setetes saja dari air lautan. Sedangkan kenikmatan akhirat adalah seluas lautan, itu perbandingan yang Rasulullah Saw gambarkan. Jadi segala jenis kenikmatan dunia yang haram seperti seks bebas, sekulerisme, Hedonisme, pacaran, mabuk- mabukan dan sebagainya, itu ukurannya Cuma setengah tetes saja. Masa Cuma setengah tetes mau kita bela- belain bahkan sampai radikal seperti si Runa di atas, yang pada akhirnya akan diganjar siksa Neraka di akhirat. Kenikmatan dunia boleh-boleh
saja kita cari, bahkan harus, namun kenikmatan yang Halal, seperti mencari kekayaan secara halal, menggunakannya di jalan yang Halal, menikah dengan pasangan yang soleh atau solehah, dan sebaginya. Namun kita tidak boleh lupa dengan kenikmatan akhirat yang seluas samudera. Lha yang kecil aja ingat masa yang gede enggak, kan lucu. KESIMPULANNYA Jangan Tertipu dengan yang setetes Kita ini adalah manusia, sedangkan manusia adalah ciptaan Allah Swt, manusia adalah makhluk yang selalu membutuhkan, kita hidup di planet bumi, dengan fasilitas seperti oksigen untuk kita bernafas, hewan dan tumbuhan untuk kita makan, matahari untuk menghangatkan kita dan sebagai sumber energi bagi seluruh kehidupan di bumi, sehingga kehidupan mampu berjalan. Semua fasilitas itu diberikan oleh Allah Swt untuk kita nikmati, sedangkan Allah Swt hanya meminta kita untuk mentaati dan menegakkan Syariat-Nya yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw yaitu Syariat Islam, hanya itu saja, tidak lebih. Dan bahkan Syariat Islam juga membawa kemaslahatan kepada umat manusia, kita bisa lihat contohnya di Aceh dan beberapa daerah lain, tingkat kriminalitas menurun drastis, tingkat kejahatan seksual juga menurun drastis, kemakmuran serta perekonomian meningkat pesat dan moralitas warganya pun meningkat, hanya karena sebagian kecil dari Syariat Islam yang diterapkan. Lha bagaimana jika seluruh Hukum Islam yang diterapkan
secara kaffah, tentu saja kebangkitan umat yang hakiki akan benar-benar tercapai. Namun sebagian dari kita tidak menyadari itu, mereka justru merasa dirinya paling benar, paling mulia, bahkan Allah Swt pun ditantangnya, dengan mengatakan bahwa Islam harus dipisahkan dari aturan dunia yaitu dengan paham sesat sekulerisme, dan seks bebas tidak boleh dilarang, karena itu hak asasi manusia. Orang-orang semacam inilah yang tertipu oleh kenikmatan dunia yang besarnya Cuma setetes air lautan. Naudzubillah

-KEKAYAAN HATI-

Kekayaan bukanlah
diukur dengan
banyaknya kemewahan
dunia....
Menarik sekali saya
membaca hadits dari
Bukhari & Muslim, yang
berbunyi: ” Kekayaan
bukanlah diukur dengan
banyaknya kemewahan
dunia. Namun kekayaan
adalah hati yang selalu
merasa cukup. “
Subhaanalloh..membaca
dan kemudian
merenungkan hadits
yang agung ini, saya pun
teringat kembali akan
angan-angan yang
pernah ada dalam pikiran
ini. Keinginan demi
keinginan selalu saja
hadir saat itu, bahkan
mungkin sampai
sekarang. Setelah
memiliki ini, ingin
memiliki itu. Setelah
memiliki itu, ingin
memiliki barang atau
kemewahan yang lain.
Seolah-olah hidup ini
bertujuan hanya untuk
memperoleh
kemewahan materi.
Padahal hidup ini
sebenarnya adalah
bertujuan untuk satu hal
saja, yakni beribadah
kepada Alloh, Tuhan
semesta alam.
Sehingga dengan
mencermati dan
merenungi Hadits ini,
kemudian berpikir
dengan akal serta hati
yang bersih, maka kita
dapat menyadari dengan
sepenuh hati bahwa
kekayaan dunia ini
hanya semu belaka.
Sedangkan kekayaan
sejati yang mesti kita
miliki adalah
ketentraman dan
kekayaan hati yang
selalu merasa cukup.
Insya allah, dengan
pemikiran seperti ini
maka kehidupan kita di
dunia akan selalu diliputi
dengan kedamaian dan
perasaan yang enak
menyejukkan karena
menyadari bahwa apalah
arti kekayaan yang
bertumpuk namun toh
pada akhirnya hanya
menimbulkan perasaan
tresah setiap saat, karena
takut akan kehilangan
harta-benda dan juga
kenyataan yang tidak
bisa dibantah bahwa
kekayaan itu tidak akan
kita bawa kedalam liang
kubur.
Jadi, dengan merenungi
dan melaksanakan hadits
ini, semoga saja kita
dalam mengarungi
kehidupan ini, baik yang
berstatus atau berprofesi
sebagai mahasiswa,
karyawan, buruh, guru
maupun profesi apapun
yang tentunya halal,
ingatlah bahwa
kekayaan kita dan hasil
kerja keras kita itu
jangan sampai
melenakan jiwa bahkan
melupakan kita dari
tujuan kita semula yakni
hidup kita ini hanya
diperuntukkan untuk
beribadah kepada Sang
Khalik, Allah..Tuhan yang
Maha Esa. Insya alloh.
Semoga kita bisa menjadi
pribadi muslim/ah yang
tangguh dan selalu
diberikan kekayaan hati
dan kekayaan ilmu dan
terutama kekayaan Iman
Islam dalam hati dan
jiwa kita, sehingga dapat
melalui kehidupan dunia
ini dengan tenang, penuh
kebahagian dan insya
allah keselamatan dunia
dan akhirat. Amiin Yaa
Robbana..Wallahu A’lam.

-MENANGISLAH KARNA ALLAH-

-SETAN PUN TAKUT PADA MANUSIA YG MENINGGALKAN SHOLAT NYA-

-KISAH RASULLULLAH MENJELANG AJAL-

Betapa mulia dan indahnya
akhlak baginda Ya Rasulullah
SAW Mengingatkan kita
sewaktu sakratul maut.
Pagi itu, Rasulullah dengan
suara terbata memberikan
petuah, "Wahai umatku, kita
semua ada dalam kekuasaan
Allah dan cinta kasih-Nya. Maka
taati dan bertakwalah kepada-
Nya. Kuwariskan dua hal pada
kalian, sunnah dan Al Qur'an.
Barang siapa mencintai
sunnahku, berati mencintai aku
dan kelak orang-orang yang
mencintaiku, akan bersama-
sama masuk surga bersama
aku."
Khutbah singkat itu diakhiri
dengan pandangan mata
Rasulullah yang teduh menatap
sahabatnya satu persatu. Abu
Bakar menatap mata itu dengan
berkaca-kaca, Umar dadanya
naik turun menahan napas dan
tangisnya. Ustman menghela
napas panjang dan Ali
menundukkan kepalanya
dalam-dalam. Isyarat itu telah
datang, saatnya sudah tiba.
"Rasulullah akan meninggalkan
kita semua," desah hati semua
sahabat kala nitu. Manusia
tercinta itu, hampir usai
menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat,
tatkala Ali dan Fadhal dengan
sigap menangkap Rasulullah
yang limbung saat turun dari
mimbar.
Saat itu, seluruh sahabat yang
hadir di sana pasti akan
menahan detik-detik berlalu,
kalau bisa. Matahari kian tinggi,
tapi pintu Rasulullah masih
tertutup. Sedang di dalamnya,
Rasulullah sedang terbaring
lemah dengan keningnya yang
berkeringat dan membasahi
pelepah
kurma yang menjadi alas
tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu
terdengar seorang yang
berseru mengucapkan salam.
"Bolehkah saya masuk?"
tanyanya. Tapi Fatimah tidak
mengizinkannya masuk,
"Maafkanlah, ayahku sedang
demam," kata Fatimah yang
membalikkan badan dan
menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani
ayahnya yang ternyata sudah
membuka mata dan bertanya
pada Fatimah, "Siapakah itu
wahai anakku?"."Tak tahulah
ayahku, orang sepertinya baru
sekali ini aku melihatnya,"tutur
Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah
menatap puterinya itu dengan
pandangan yang
menggetarkan. Seolah-olah
bahagian demi bahagian wajah
anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang
menghapuskan kenikmatan
sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di
dunia. Dialah malaikatul maut,"
kata Rasulullah, Fatimah pun
menahan ledakan tangisnya.
Malaikat maut datang
menghampiri, tapi Rasulullah
menanyakan kenapa Jibril tidak
ikut bersama menyertainya.
Kemudian dipanggillah Jibril
yang sebelumnya sudah
bersiap di atas langit dunia
menyambut ruh kekasih Allah
dan penghulu dunia ini. " Jibril,
jelaskan apa hakku nanti di
hadapan Allah?" Tanya
Rasululllah dengan suara yang
amat lemah. "Pintu-pintu langit
telah terbuka, para malaikat
telah menanti rohmu. Semua
surga terbuka lebar menanti
kedatanganmu," kata Jibril. Tapi
itu ternyata tidak membuatkan
Rasulullah lega, matanya masih
penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang
mendengar khabar ini?" Tanya
Jibril lagi. "Khabarkan
kepadaku bagaimana nasib
umatku kelak?" "Jangan
khawatir, wahai Rasul Allah,
aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku:
Kuharamkan surga bagi siapa
saja, kecuali umat Muhammad
telah berada di dalamnya," kata
Jibril. Detik-detik semakin dekat,
saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh
Rasulullah
bersimbah peluh, urat-urat
lehernya menegang."Jibril,
betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang di
sampingnya menunduk
semakin dalam dan Jibril
memalingkan muka. "Jijikkah
kau melihatku, hingga kau
palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat
pengantar wahyu itu. "Siapakah
yang sanggup, melihat kekasih
Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar
Rasulullah mengaduh, karena
sakit yang tidak tertahankan
lagi. "Ya Allah, dahsyat nian
maut ini, timpakan saja semua
siksa maut ini kepadaku, jangan
pada umatku. "Badan Rasulullah
mulai dingin, kaki dan
dadanya sudah tidak bergerak
lagi.
Bibirnya bergetar seakan
hendak membisikkan sesuatu,
Ali mendekatkan
telinganya."Uushiikum bis-
shalaati, wamaa malakat
aimaanukum - peliharalah shalat
dan peliharalah orang-orang
lemah di antaramu." Di luar,
pintu tangis mulai terdengar
bersahutan, sahabat saling
berpelukan. Fatimah
menutupkan tangan di
wajahnya, dan Ali kembali
mendekatkan telinganya ke
bibir Rasulullah yang mulai
kebiruan. "Ummatii, ummatii,
ummatiii!" - "Umatku, umatku,
umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia
mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai
sepertinya? Allaahumma sholli
'alaa Muhammad wa'alaihi
wasahbihi wasallim. Betapa
cintanya Rasulullah kepada kita.
Usah gelisah apabila dibenci
manusia kerana masih banyak
yang menyayangimu di dunia,
tapi gelisahlah apabila dibenci
Allah kerana tiada lagi yang
mengasihmu di akhirat kelak

-konferensi iblis,setan dan jin-

Dalam sebuah konferensi bagi iblis, setan dan jin ditetapkanlah empat hal: Pertama, iblis, setan dan jin tidak dapat melarang kaum muslimin pergi beribadah ke mesjid. Kedua, mereka tidak dapat melarang kaum muslimin membaca al-Qur’an dan mencari kebenaran. Ketiga, mereka tidak dapat melarang kaum muslimin mendekatkan diri kepada Tuhan mereka, Allah SWT dan pembawa risalah-Nya Muhammad SAW. Keempat, pada saat kaum muslimin melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan Iblis, Setan dan Jin akan lemah dan lumpuh.

Oleh karena itu, konferensi menetapkan, biarlah umat Islam tetap pergi ke mesjid, biarlah mereka melakukan kebiasaan mereka, tetapi CURI WAKTU MEREKA, ini kata kunci kita, sehingga mereka tidak punya waktu lagi untuk mendekatkan diri kepada Allah. “Inilah yang akan kita lakukan!” kata pimpinan konferensi.“Alihkan perhatian mereka dari usaha mendekatkan diri kepada Allah dan awasi terus kegiatan mereka sepanjang hari.” “Bagaimana kami melakukannya?” Tanya peserta konferensi lainnya. “Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan
mereka, ciptakan budaya agar mereka selalu sibuk dalam urusan dunia,” kata sang Iblis.“Rayu mereka agar suka belanja, belanja dan belanja. Berhutang, berhutang dan berhutang.” Iblis melanjutkan, “bujuk para istri agar bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 -7 hari dalam seminggu, 11 – 12 bulan dalam setahun sehingga mereka merasakan jiwa mereka hampa, hati mereka gersang dan hidup ini sangat kosong walaupun mereka mengaku Muslim dan suka beribadah. Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu berkumpul bersama anak-anak mereka.”
“Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, mereka akan merasa bahwa rumah mereka bukanlah tempat yang nyaman untuk kembali sepulang bekerja. Ciptakan dan dorong terus cara berfikir seperti itu agar mereka tidak mendapat ketenangan di rumah.”
“Pikat mereka untuk membunyikan radio dan kaset selama mereka berkendaraan. Dorong mereka untuk menyetel TV, CD, VCD dan PC di rumah mereka sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di rumah-rumah, di semua restoran dan toko-toko setiap hari. Ciptakan lingkungan yang jauh dari suasana agama. Hal ini akan mempengaruhi hati dan pikiran mereka sehingga jiwa mereka rusak dan rusak pula lah hubungan mereka dengan Allah dan rasul-Nya. Penuhi meja-meja rumah mereka dengan bacaan-bacaan
yang banyak menyita waktu. Cekoki mereka dengan berbagai gosip setiap hari. Serang mereka denga berbagai
iklan-iklan di televisi, radio, koran, majalah dan di jalanan sampai mereka banyak membeli yang sesungguhnya mereka tidak perlu. Dorong agar mereka menghidupkan budaya konsumtif. Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian- undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.”
“Muat gambar-gambar wanita cantik. Buka aurat mereka, perlihatkan kelangsingan tubuh dan kulit yang mulus, di majalah, TV dan iklan untuk menggiring para suami berfikir
bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada isteri- isteri mereka.”
“Bila para istri atau suami merasa lelah dan jenuh, giringlah mereka untuk datang mencari hiburan ke kafe-kafe, pusat-pusat hiburan dan belanja. Jangan sampai mereka datang ke masjid, ke pengajian, ke ustadz/kiyai nanti mereka jadi jauh dari kita.”
“Buatlah kegemaran dan ketergantungan pada makanan modern yang bermerk, yang bergengsi, yang sedang trend, fastfood, yang secara tak disadari akan merusak kesehatan mereka. Jauhkan mereka dari makanan-makanan alami. Ciptakan pandangan bahwa makanan yang alami (seperti umbi-umbian dan tumbuh- tumbuhan) itu ketinggalan zaman, kampungan dan seterusnya. Ini strategi kita menyerang mereka dari sisi makanan. Ketika mereka akan memakan sesuatu, lupakan ingatan mereka dari halal, haram dan syubhat. Buat mereka tidak sempat memikirkan itu.”
“Ingat!” kata Iblis bersemangat, “Makanan punya pengaruh kuat terhadap jiwa. Jiwa itulah yang akan kita rusak tanpa mereka sadari. Inilah jalan yang bisa kita lakukan.”
“Jangan lupa, ciptakan dalam fikiran mereka bahwa sumber kebahagiaan itu adalah UANG… UANG… dan UANG, sehingga mereka terus mencarinya dengan menghalalkan segala cara. Ciptakan kesenangan itu pada HARTA, BENDA, POPULARITAS dan KEKUASAAN. Habiskan waktu mereka untuk mencari dan mandapatkan itu semua.” “Buatlah para isteri menjadi sangat letih pada malam hari. Buatlah mereka sering sakit kepala. Jika para isteri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka dia akan mulai mencari di luar. Inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga." "Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka mengajarkan anak-anak mereka tentang pentingnya shalat. Sibukkan mereka terus menerus sehingga tidak lagi punya waktu untuk mendalami agama dan mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta." "Kosongkan hati mereka. Arahkan mereka ke tempat- tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan,
konser musik dan bioskop. Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK, DAN SIBUK. Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.”
"Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah. Dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan, kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah).”
Para iblis, jin dan setan pun berteriak gembira: “PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL… RENCANA YANG BAGUS….!!!!. “Ingat!” pimpinan konferensi kembali menegaskan, “Sekali lagi saya mengingatkan. Biarkan mereka menjalankan agama mereka: pergi ke masjid, shalat, pengajian, dan membaca Al-Qur’an. Tapi, pengaruhi hati dan fikiran mereka dari sisi lain. CURI WAKTU MEREKA dan ALIHKAN PERHATIAN MEREKA. Dari sisi itu kita bisa masuk dan cara itulah yang ampuh untuk menjalankan misi kita. Biarkan mereka seperti taat beragama tetapi sesungguhnya jiwa, cara hidup dan cara berfikir mereka jauh dari agama.”
Iblis, setan dan jin kemudian pergi menyebar dengan penuh semangat melakukan tugas untuk membuat kaum muslimin menjadi lebih sibuk dalam urusan dunia, mencari kesenangan, pesta dan hura- hura. Dan, hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta. Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturrahmi dan saling mengingatkan akan agama, kebenaran, Allah dan rasul-Nya. Rahasia setan, iblis dan jin
sudah dibocorkan. Masihkah
kita akan terlena oleh
kehidupan ini? Masihkan kita
akan terus menonton TV,
mendengarkan musik tak henti-henti, terus-menerus
mengisi waktu dengan
hiburan? Akankah kita yang
jauh dari Allah ini, yang
hidupnya dihabiskan untuk
mencari uang, kerja dan kerja tak habis-habisnya, mengejar
kesenangan dan urusan dunia
lainnya, masihkah akan
menganggap keadaan kita ini
“biasa-biasa saja”?